Selasa, 31 Desember 2019

Sebelum Ganti Tahun, Cari Uang Dulu

        
       Adakah yang tahu tentang hiburan keliling 'kemidi bedes' atau atraksi monyet.Entah kenapa di daerah saya menyebutnya seperti itu. 'Kemidi bedes' adalah bentuk hiburan yang berisi atraksi hewan monyet melakukan hal-hal lucu dan di pawangi juga ditabuh musik oleh manusia.

    Hiburan ini saya temui lagi pada hari ke-365 di tahun 2019. Terdiri dari 3 personil, penabuh, pawang monyet, dan si monyet sendiri. Alangkah kagetnya saya ketika melihat ada beberapa atraksi baru yang dilakukan si monyet. Waktu itu si pawang juga tak kenal hujan, hingga menorobos derasnya air hujan.

  Sungguh terhibur kala itu saya melihat atraksinya, tetapi juga sangat miris dengan nasib mereka. Demi sesuap nasi saja harus siap bermandi hujan, dan si monyet harus menerima siksaan agar bisa menguasai teknik barunya. 

     Atraksi 'kemidi bedes' ini menyimpan luka yang mendalam bagi si monyet, dia harus menerima siksaan setiap harinya sebelum menuju waktu atraksi. Beragam pemerkosaan dan perebutan Hak Asasi Hewan (HAH) dilakukan, dan si monyet tidak sendirian dalam waktu penyiksaannya. Beberapa monyet lain juga ikut disiksa, dan ada yang harus meregang nyawa karena hak sebagai monyetnya direnggut.

      Mulai dari merantai monyet untuk dijemur di terik matahari, pembatasan makan si monyet, pelatihan kebiasaan yang diluar aktivitas 'permonyetan'. Tapi, bila si monyet berhasil melewati rintangan itu maka si monyet dapat makan dan hidup lebih bebas, karena dia akan mendapat jatah makan dan tidur yang cukup.

     Saya mencoba bertanya pada si pawang dan si penabuh. Mereka melakukan pekerjaan ini ketika mereka sedang libur dari kerja di pabriknya. Mereka berasumsi mendapat laba tiga ratus ribu rupiah perharinya. uang ini dibagi 1/3 untuk setiap personil. Dan si pawang menambahkan masih banyak kerja sampingan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 

      Si pawang mendapatkan monyet-monyet Romusha ini dari pasar hewan yang menjual 1 ekor monyetnya lima puluh ribu rupiah, dan dia berujar memberi makan per monyet yang belum lulus, 1 pisang per hari. "kalau yang sudah bisa atraksi, 2 buah pisang sama sisa makanan kami" tambah si pawang.

     Begitu susahnya mencari uang, sehingga mengandalkan energi monyet yang kecil. Memang bukanlah kesalahan para personil 'kemidi bedes', tetapi ini adalah bentuk koneksi antar mahluk tuhan untuk saling membantu perekonomian masing-masing.

Kamis, 19 Desember 2019

Menunggu Dengan Sebuah Cara


     Malas adalah salah satu sifat manusia yang selalu disalahkan. Padahal sifat ini memang harus ada dan tak pernah hilang, karena sifat ini diberikan oleh tuhan sebagai cara berpikir. Dengan menggunakan sifat malas ini di kehidupan sehari-hari, maka akan membuat resistensi dan kesadaran agar bisa mengatasinya.
    Banyak tuntutan dari luar individu yang menyuruh agar tidak bermalas-malasan. Padahal, orang-orang yang bersifat eksternal ini juga pernah menggunakan kemalasannya. Sungguh tidak adil bila hanya dari pihak luar yang boleh menyatakan kemalasan seseorang. Seperti kesedihan dan kebahagiaan akan menikmati kemalasan dibungkam. 
    Memang kita adalah mahluk tuhan yang rata-rata mempunyai kemiripan masalah. Walaupun begitu, sebenarnya kita tidak boleh menggunakan prinsip itu. Karena perbedaan otu nyata, janganlah berpikir kita mempunyai kesamaan. Tidak setiap individu bisa 1 frekuensi dengan individu lain. bila kita masih ngeyel akan konsep "kita ini sama", maka kita tak akan bisa mengerti karakter orang lain dan karakter diri sendiri.
    Apa gunanya ada kata "debat" dan "diskusi" apabila memang ada suatu pihak otoriter yang memaksa 1 frekuensi, tidak ada bedanya toh dengan konsep "komunis".
     Konsep komunis adalah konsep yang menuntut persamaan. Padahal, konsep ini bisa dijalankan apabila ada seorang pemimpin yang menuntut hal tersebut dan pada ujungnya juga komunis ini juga mengusung sifat penindasan pada pihak yang direndahkan atau orang bawahan.
     Ya memang inilah sifat manusia. Kemalasan benar-benar dimaklumi, tetapi orang akan dikatakan paling malas apabila dia berada di kasta terendah kehidupan. Apakah tuhan menciptakan mahluk yang 'menuhankan' diri sendiri?. Tanyakan pada penjual-penjual makanan di sekitar rumah mu.

    
    

Selasa, 17 Desember 2019

menelisik kembali rutinitas baru di usia remaja


  

   Di saat masih menjadi anak-anak, orang tua selalu memberi porsi tersendiri dalam aktivitas kita. Alhasil banyak hal yang tidak bisa ditangkap serius dan terjadi pengintian memori, anehnya memori saat masa anak-anak dapat ditangkap secara penuh. contohnya seperti mengingat suatu kejadian epik yang bisa diingat mulai dari awal. 

     Memang cara Pengekangan dan normalisasi kejiwaan anak anak menjadi hal serius yang diterapkan di setiap generasinya, dan ini juga termasuk pendisiplinan sedari dini. 
Pendisiplinan ini juga menjadi metode orang tua untuk tak terlalu khawatir sepanjang waktu mengawasi prilaku anak. Sering kali orang tua akan marah besar ketika si anak melampaui batas. Cara pendisplinan ini berlangsung terus dan mengendur setiap tahun berikutnya.

   Hingga akhirnya si anak sampai pada fase awal remaja yang membuat rasa ingin tahu sangat besar mendorong untuk melakukan ekspolarsi hidup, mencari jati diri melalui berbagai hal aktif dan pasif.

      Masa berontak benar membuat kita mengeksplor kesenangan, contohnya anak laki-laki akan bangga bila ia bisa merokok dengan benar dan anak perempuan bisa berfantasi mencari 'pangeran'-nya.

     Di saat inilah pembentukan karakter lebih dibutuhkan. Karena tingkat senang-senang anak ini berubah menjadi tak terbatas, dan nanti bisa menjerumuskan pada aktivitas baru yang bisa memperburuk psikis si anak di kemudian hari.

   Pengaruh orang tua baru yang menyenangkan menjadi landasan anak untuk menentukan jalannya. Bila orang tua baru ini memberi contoh tindakan yang positif saja mungkin akan membantu si anak mengerti tingkatan senangnya, bagaimana kalau yang diberi adalah tindakan negatif?.

  Pada akhirnya kita mulai sadar bahwa sudah terlalu jauh dan terbelenggu dalam rutinitas baru. Dan menjadikan candu. 

Yang pada akhirnya membuat anak sadar bahwa mereka sudah bersalah kepada orang tua. Menyalahkan rutinitas baru, tetapi masih berada di posisi itu. 

     Sudah menjadi proses yang biasa dan diamini semua orang yang melewatinya, namun tugas sebenarnya adalah mengurangi kebiasaan. 
      Jadi sudahkah pembaca paham bila melakukan hal yang menyedihkan bahkan dirasa merugikan diri sendiri ataupun orang lain?.

Minggu, 15 Desember 2019

Perempatan Jalan di Roma

 
Apa yang kau kejar sekarang?
Sekarang menggunakan celana usang
Yang terus muncul di instagram
selama 2 tahun kebelakang

Menenggak peradaban
Membuang kawan lama
Dalam toilet 
Mencuri eksistensi mereka

Lantas apa yang di-ingin?
Tertawa dalam dingin (sudah)
Menangis di mimpi (sudah)
apa lagi?

yakinkah itu jalurmu?
jalur hebat yang sebenarnya tak pantas kau belenggu?
Maukah kau mendampinginya?
Perempuan sunyi bermalam di tepi sudut jalan kota

Sekali lagi kau masih butuh?
Meninggalkan bola berlumpur dalam sarang berudu
Memelihara ikan dalam sangkar
Membunuh secara perlahan

sia-sialah kehidupan
Dan kau masih tak menyadarinya
Menjalin asmara
Diktator bersemayam dijiwa

Mencuri romantikanya
Bosan
Kau tak pernah menunggu
Hampa
Mohon sapalah mereka




Selasa, 10 Desember 2019

Menangis untuk apa?


      Wajah memerah yang pertama kali bersinar cinta. Tak henti-hentinya ia pandang apa yang disayang. Seakan lupa bahwa ada yang menunggu dirumah. Teruslah dia melanjutkan jalan lemahnya. Menuju ibunda di desa Ponorogo.

      Galaknya para supir Jawa Timur yang terus melaju tanpa henti. Menunjukkan bahwa dia telah piawai dengan setir bulatnya. Banyaklah berdoa agar mendapat tempat duduk di bis itu. Karena setiap detik di bis itu adalah kekhawatiran. Sedih pria yang bercampur aduk membayar hutang ke ibunya tak terasa melewati berbagai lampu merah. Persetan para pengamen dan penjual keliling, Tak lepas jua uang si pria akan dihabiskan untuk membahagiakan ibu di rumah. Tercium bau minyak para orang tua diselingi komat-kamit kepada tuhan memohon keberkahan. Sang pria itu yang awalnya duduk sendiri di 2 bangku bis, mendapat teman baru. Seorang wanita yang menuju Caruban dan berangkat dari jombang kota. Keheningan menyelimuti sebentar bangku itu, Hingga akhirnya basa "basi" terdengar. Sebuah latar belakang yang sama, bahwa mereka ingin pulang ke rumah. Sang wanita adalah pekerja di pabrik tekstil yang setiap 6 bulan sekali akan pulang ke kampung halaman. Berbeda dengan si pria yang adalah mahasiswa di Surabaya. Semua berdasarkan waktu libur di hari-hari besar. 

     Pembicaraan yang lontang lantung itu dikagetkan dengan rem mendadak si supir yang membuat si wanita mendaratkan kepalanya di dada si pria. Setelah kembali ke posisi masing-masing, si wanita mulai menangis dalam sesak. "Kenapa menangis? aku tidak merasa kesakitan" ujar si pria. "Tidak.....tidak..aku menangis karena harus meninggalkan jejak di pikiranmu. Aku tak ingin kau berpikir lebih banyak saat ini". Si pria tertegun, jalan telah memasuki hutan kayu jati yang menandakan mereka telah berada di Saradan. Beberapa penumpang mulai berkurang. Menandakan bis ini akan segera menuju batas. "ambil lah beberapa uangku demi mengobati rasa sakitmu", "aku tak perlu,aku telah memaafkanmu, lebih baik uang itu kau gunakan untuk keperluanmh di rumah". Si wanita dengan perasaan sedikit kecewa, membuat hening keadaan. Hingga akhirnya adalah waktu si perempuan untuk turun. Halte di Caruban yang kelihatan usang dengan berbagai becak di sebelahnya juga diiringi terik matahari yang mulai surut. "Terima kasih telah menemaniku, semoga kau selamat dan berbahagia selalu" ucapan si wanita membuat si pria tersipu malu. Akhirnya si wanita ditelan oleh desir angin gunung Wilis. Sang pria yang awalnya hanya diam berpikir, mulai tertidur. Sampai pada pemberhentian terakhir di terminal Seloaji. Dengan setengah bangun, sang pria bergegas meninggalkan bis itu tanpa memberi senyum kepada si supir. Sang pria pun mencari kendaraan Ojek menuju desa tempat asalnya, desa Krebet. Setelah mendapat Ojek menuju tempat tujuan, si pria bersenandung menyanyikan lagu desa. Lagu lagu itu berubah menjadi sesaknya hati, tak terasa si pria meneteskan air mata. Dia terus bernyanyi dengan bibir gemetaran di sepanjang jalan.

Sabtu, 30 November 2019

Surabaya Bukan Metropolitan Saja...

 
     Malam nang dingin kala itu, menusuk kulit ku yang kering. Ditemani jaket hitam lusuh dengan kondisi kaki yang makin rapuh. 

    Aku mendapat berbagai ilmu walau dalam keadaan lemah. Sebuah kehidupan Underground yang selama ini hanya diketahui kalangan bawah. Para kelas pekerja sesungguhnya yang lari dari cacian keluarga. Dengan mendengar ilmu yang disampaikan kepadaku, dengan segelas teh yang sudah tidak hangat. Ku mulai tergelak di atas Paving.

     30 menit setelah itu, aku dibangunkan. Di eksekusi melihat ilmu neraka. Ah...apa yang diinginkan mereka?. Menyuruhku melintasi jalur aspal itu lagi. Ku berjalan kembali melihat kengerian mata malam yang terus membayangi. Kewaspadaan akan datangnya bocah goblok di hadapan mereka. Ketakutan tersendiri yang menjadi-jadi.

      Lonte, Wong Becak, Penjudi, Pemabuk, Dan orang-orang yang sinis akan kebahagiaannya. Melebur menjadi satu mencari hidup indah....bukan-bukan. Tapi sedang menikmati hidup itu indah.

    Subuh yang kian mendekat menghancurkan materi dan merenggut semangatnya. Menghadapi Matahari yang tak ampun membakar tanpa tersisa. Wajah ketakutan dan kegelisahan mereka semakin besar ketika meninggalkan tempat itu.Ya....Stasiun Wonokromo, markas para Underground ketika malam. Bermandikan purnama tanpa mulut.

Selasa, 26 November 2019

Tak Bernama Namun Menghujam Luka


Jiwamu tergoncang 
Tak mampu menatapku
Ciutlah harapan
Matilah rasa
Hilanglah sadar

Waspadalah setiap malam
Kunci pintumu
Gelapkan ruangmu
Sembunyilah dalam selimut merah

Jangan khawatir
Jangan gundah
Aku tak membawa siapapun

Ya
Aku adalah hantu
Kerap meneror
Dalam keheningan dan kesepian

Ya 
Hantu itu memasuki benakmu
Meninggalkan trauma
Berdesir menyusuri purnama
Mencari siapa yang terluka

Kamis, 21 November 2019

Haha, lucu

 


         Lil girl in alone, bitch
         Cry a lot make a some wish
         Hope together
         Now, she suck my dick

          You wan't wait now
          Pretty soon you gonna get down
          Kiss his lip ( yeah )
          Look who is now sick ?

         Write a fucking lot line
         Love and more sweetheart
         But, this is zero mind
         Haha, now the love in the rack

         Shit don't feel the same
         Just one piece
         And you say "better off die"
    
         Haha, is your name "Girl"


      TERJEMAHAN :

      Gadis kecil sendiri, Pelacur
      Menangis terus membuat sebuah keinginan
      Berharap bersama
      Sekarang dia hisap kemaluanku

      Kau tak mau menunggu sekarang
      Nanti kau akan jatuh
      Cium bibir nya ( yeah)
      Lihat sekarang siapa   yang sakit ?

       Menulis jutaan garis
      Cinta dan lebih banyak kekasih
       Tapi itu nol pemikiran
      Haha, sekarang cinta di dalam rak

      Cok, jangan merasa sama
      Hanya satu potong
      Dan kau berkata " lebih baik mati"

      Haha, itulah namamu "Girl"
     


Selasa, 19 November 2019

Senyum Retak Yang Terbungkam

 Wanita bertubuh mungil. Dengan kacamata bulat dan wajah bulatnya. Keindahan, paras...ohhh dia sungguh menawan. Memaksa nahkoda untuk melepas jangkar dan berlabuh di hati seorang perempuan yang mempunyai tawa indah. Levi begitu aku menyebut nama bidadari itu.

     Hari di mana aku terpesona dengannya. Menambal kembali retakan senyumku. Aku jatuh cinta dengan caranya menertawakan dunia. Ingin kulepas kepenatanku bersamanya. Menyanyikan lagu fana. Levi kamu alasanku membuat garis-garis itu.

   Levi yang tampak bahagia menyimpan cinta murninya. Gelisah dan kecewanya akan masa lalu, mempunyai kemiripan denganku. Beberapa kali ku menyebut namanya. “Levi...Levi... kamu tak pantas untukku. Seharusnya kamu sudah menemukan kekasihmu hari ini dan itu bukan aku. Kenapa kamu betah menahan sakit hatimu.” 

   Hari berlalu dan ku hampir selesai membuat ukiran wajahmu dan berulang kali aku menulis untukmu. Kamu selalu menolak untuk melihatnya. Sakit?, ya tapi aku percaya diri akan bisa menyeretmu. Levi, kamu tahu kan aku mencintaimu. Namun, apa yang kau minta agar kau bisa jujur. Maafkanlah bila aku tak mau menyeretmu lebih jauh. Karena itu akan membuat kakimu nanti terluka parah dan menambah bekas luka di kakimu.

   Jangan diam saat bersamaku. Aku tidak seaneh yang kamu pikir, Levi. Bukan hidup itu indah. Tapi, indah itu hidup. Kita bisa bersama, kamu bisa menertawakan dan menangis dalam pelukku. Dan aku berjanji untuk lebih hangat dari hari itu.

    Dan pada suatu malam, kita bertemu. Kamu masih diam di sisi itu. Aku pun meneriakkan namamu dengan perasaanku bersamanya. Mataku tertutup oleh rambut panjangku. Setelah itu, aku melihat Levi berlari menghampiriku dengan matanya yang bersinar. Dia memberiku apa yang kuminta. Dia menerimaku apa adanya. Bibir mungil nan basahnya menciumku dengan bergairah dan sangat hangat. Mataku bersinar karenanya. Setelah itu kurangkul dirinya. Kucoba mengeratkan pegangan nakalku. Tapi dia memperingatkanku. Bahagia sekali ketika kami bisa menertawakan hidup. Kuharap kau jua membaca tulisan ini.

       Senyum Retak

 Apa yang kau minta tak selalu ada
Tapi, apa yang kau inginkan
Bisa kau temukan

Kamu hanya takut untuk diam
Hey...tawa palsu
Senyum retak
Hati remuk
Tangis darah

Jangan kau padukan dengan parasmu
Tak pantas untuk bidadari bersayap terang sepertimu

Rabu, 06 November 2019

Filosofi Dalam Cara Hidup Kumbang Tanduk atau Oryctes Rhinocerus




           Kumbang tanduk adalah jenis kumbang yang tersebar luas di Asia Tenggara dan termasuk kumbang terbesar di dunia.
               Secara morfologi tubuh kumbang terbagi menjadi tiga bagian yaitu kepala, dada dan perut. Kumbang tanduk berwarna cokelat gelap sampai hitam mengilap. Panjangnya 35-50 mm dan lebar 20-33 mm dengan satu tanduk yang menonjol pada bagian kepala. Pada bagian tengah atau dada kumbang terdapat enam kaki dan dua pasang sayap.
     Kumbang tanduk sangat menyukai tinggal di tempat sampah, daun-daun membusuk, dan tempat lain yang kurang sedap dipandang. Tetapi Kumbang Tanduk malah terlahir dengan cangkang keras dan menjadi mahluk hidup yang kuat.
              Keistimewaan kumbang ini karena mereka mempunyai mandibula (sepasang bagian mulut yang digunakan baik untuk menggigit atau memotong dan memegang makanan) yang kuat dan cocok untuk melubangi pohon. Biasanya ketika mereka menemukan kelapa yang sesuai, mereka akan mulai merusak tanaman tersebut. Kumbang tanduk merusak kelapa dengan cara menggali ke pusat pucuk tanaman (titik tumbuh) dengan kaki mereka (tarsi) yang memiliki barisan duri yang tajam.
               Sebagai informasi, kumbang merupakan serangga yang memiliki jumlah spesies yang paling banyak diantara serangga lainnya. Kumbang tanduk termasuk hama kelapa sawit oleh sebagian orang. Biasanya mereka menyerang tanaman kelapa sawit yang baru ditanam sampai tanaman remaja. Pada area replanting (peremajaan) kelapa sawit, serangan kumbang dapat mengakibatkan tertundanya masa berproduksi sampai satu tahun dan tanaman yang mati dapat mencapai lebih dari 25%.
            Kumbang tanduk terlahir sebagai mahluk kuat dimanapun dia berada. Menjadi penguasa jalan para serangga. Merusak dengan ganas ekosistem kehidupan. Hanya bergantung pada alam dan mengambil semuanya.

APA BEDANYA?
Semua pergi
Semua memilih sembunyi atau terbunuh di jalan
Hidup mudah dimanapun
Hidup susah hanya untuk mereka

Siapa peduli tentang kelapa sawit?
Aku hanya perlu makan
Siapa yang bilang “dia perusak”?
Sedangkan aku besar di tumpukkan sampah

Aku ambil apa yang disediakan tuhan
Dan itu cukup untuk membuat tetap bertahan
Peduli apa kamu tentang sifat ini
Sedangkan kita hanyalah mahluk yang sama



Minggu, 27 Oktober 2019

Sakura Bukan Khayalan

       Bunga Sakura dilambangkan keindahan. Caranya berguguran, warnanya yang lembut dan menggembirakan, nikmatnya musim semi, dengan Sake dibawah pohonnya. Bunga Sakura hanya mempunyai umur yang singkat. Inilah kenapa di Jepang, memandang bunga Sakura adalah anugrah pemberian tuhan.

     Disisi lain, bunga Sakura juga melambangkan perpisahan. Dalam wisuda di Jepang, semua orang yang diwisuda dari pekerjaan (pensiun) atau para pelajar menggunakan pin Sakura. Hal ini bertujuan agar disaat ada perpisahan, pun juga memberi kebahagiaan dan ketenangan.

    Bunga Sakura sangat penuh dengan memori, penuh cerita. Keindahan membahagiakan bagi umat manusia.

              Tak Jatuh, Namun Terbang   

        Indah dan dinanti
        Berguguran memenangkan hati
        Lihat gambar besarnya
        Seribu kesedihan, jutaan kebahagiaan

        Terbuai musim semi
        Menggenggam bunga Sakura
        Laut pun berubah warna
        Lahar kan dapat berjalan di atasnya

        Sakura tak akan lama
        Kuharap kau menunggunya
        Musim semi begitu nyata

Sabtu, 26 Oktober 2019

So Fake


                             So Fake

 I fuck my life
How about to meanin’ “care”?
So fake, so deep i go
Feeling more but you just say “no”

Three Twenty AM the ciggaretes still burn
Your heart more than ice and this cool
Ride my civic, get off from my vodka
Take this the green girl, i wanna shoot out ma brain, ya!

Bother me, your smile is fake
Lie to me, your cry is not help
Piece and slice my eye
But you can’t take my attention
You hope me can’t rise
But my ressurection...
This is not a cencation

Goin’ sick want you take me back
Take the risk and the wall tears still crack
Do you want ma shit? Then i can free to die
Pay me no mind girl, im goin’ to fly away

Sabtu, 05 Oktober 2019

Egoisme terbakar dalam jiwa (02)

KONSEKUENSI

          Bertarunglah layaknya prajurit. Namun Wanda hanya seorang perempuan kecil yang kabur dari rumah. Dia berjalan menyusuri garis pantai pada malam bulan sabit. Kesedihan pertama yang ia dapat pada malam itu. Ia meninggalkan orang tuanya, teman-teman sekolahnya, guru-gurunya. Taka da tempat baginya kini, hanya membawa boneka kelinci pemberian ibunya dan tas kecilnya sambil menangis dan megusapkan airmatanya di boneka itu.

           Sehari sebelumnya dia masih melihat teman-temannya bercanda. Wanda adalah anak yang baik dia selalu menjadi ladang sasaran bagi teman-temannya. Wanda yang pertama akan menangis ketika temannya sakit, Wanda yang akan membantu temannya. Dia tidak mempedulikan dirinya sendiri. Kebaikan Wanda tulus dan jujur, tapi dia selalu dimanfaatkan sebagai alas kaki. Sedangkan tidak ada yang menanyakan keadaan Wanda.

      Wanda pernah jatuh cinta pada teman kecilnya, Bima. Anak laki-laki yang kuat dan jantan tapi sangat buta akan perasaan Wanda. Bima selalu mengagumkan bagi Wanda walau Bima pergi jauh pun, Wanda akan merindukannya. Tapi malang nasib Wanda, Bima pergi keluar kota untuk mengikuti orang tuanya. Sebelum Bima pergi, Wanda ingin menyatakan perasaannya pada Bima. Tapi Wanda melihat Bima mencium seorang perempuan lain. langkah Wanda pun berhenti, dia mulai berpikir panjang dan bergumam “ah, aku terlalu lama” sambil tertawa tidak menyesalinya. Padahal Bima selalu dibantu oleh Wanda, dan bantuannya itu sangat lebih.

      Kini Wanda hanya bisa menangis mengingatnya, dia memegang erat boneka itu. Dan berkata sambil mendongak ke atas “andai aku tidak terlalu lama, andai aku tidak terlalu lama… apa senyummu itu bulan? Kenapa kau bersinar terang? Apa karena aku menangis?” Wanda yang mulai kelelahan menangis, mulai tidur di kolong jembatan sekitar pantai. Sambil meratapi konsekuensi-konsekuensi yang tak pernah ia sesalkan

Hadji Murad

Sebuah resensi buku yang berjudul "Hadji Murad" karya Leo Tolstoy yang terakhir. Sebuah buku yang penuh penyesalan akan pembuatannya oleh sang penulis.

     Menceritakan tentang seorang Muslim bernama Hadji Murad yang selalu menjadi bayangan kematian musuhnya. Bahkan ketika dia menyerah pun, darah tetap mengalir dari para musuh.

    Buku ini akan membawamu pada masa kelam "Perang Suci" tentang bagaimana dendam adalah cara terbaik untuk memaafkan. Bagaimana pedang adalah cara untuk menulis sejarah. Sebuah penggalan cerita seorang Hadji Murad yang sangat disanjung dan dibenci oleh musuhnya.

     Sebuah Sejarah berdarah bercampur romansa indahnya novel.

    

Rabu, 02 Oktober 2019

Drama Adalah Kebutuhan

        Kebutuhan akan drama dalam berkehidupan sangat diperlukan oleh setiap individu manusia. Karena dalam drama, bisa menjadikan suatu kehidupan lebih menarik dan menciptakan ketegangan sesaat sebelum akhirnya mengetahui fakta sebenarnya.

        Dalam pementasan drama pun dapat membawa emosi tersendiri kepada penontonnya. Ketika pemeran drama berhasil mendapat emosi penontonnya maka alur cerita drama menjadi lebih menarik. Dan ketika drama itu dijelaskan hanyalah sebuah ilusi maka penonton akan merasa lega dikarenakan apa yang dikhawatirkan selama pementasan hanyalah bohong belaka.

    Jadi, drama adalah hal yang mengganggu namun dapat membuat kepuasan kepada setiap orang yang melakukan drama

                                                       Don't Bother Me, Without Drama                                                    

Sabtu, 28 September 2019

Egoisme Terbakar Dalam Jiwa (01)

    Desiran malam yang mengganggu tidur bocah kecil bernama Wanda semakin keras. Wanda yang tak bisa tidur malam itum dia melihat ibunya bersimbah darah tersungkur di kasurnya. Berlahan Wanda berganti melihat sisi lain kamar itu. Ia melihat ayahnya menangis di sudut ruangan tanpa mengeluarkan suara. Sang ibu yang menyadari kehadiran Wanda, mulai menatap Wanda dan berkata "pergilah nak". Dengan degup jantung yang cepat membuat Wanda lekas berlari. Dia merasa bahwa semua ini hanya mimpi. Berulang kali dia menjatuhkan dirinya ke tanah berharap sakitnya adalah mimpi. Hingga akhirnya dia jatuh dan melihat ke atas, bulan merah besar muncul dihadapannya. "Apa yang kau lihat? tidakkah kau tahu aku sedang sedih" jerit Wanda kepada bulan sambil mengeluarkan air matanya. Wanda bangkit dan mulai berlari tak menentu arah menuju kesuraman berikutnya.
   

Bukan Pasar Malam

Bagaimana ketika anda adalah seorang perantauan yang mengalami masalah dalam pekerjaan dan lika liku kehidupan, dilanjut dengan doa seorang ayah yang berdarah-darah di desa? mengharapkan suatu kedamaian dan menjadikan seorang anak kembali mengenal masa lalu yang sedihnya

mari baca bukan pasar malam karya Pramodya Ananta Noer yang akan menyulapmu menuju tahun 60-an bersama kisah biasa seorang manusia yang membuat hati mu lebih manusia.

Minggu, 22 September 2019

Egosime Terbakar Melauti Jiwa (baca jam 02:12 pagi)

      Wanda, gadis kecil kesepian yang sekarang menangis di pinggir jalan . Padahal dia sudah berjanji tidak akan menangis lagi, namun kenapa masih menetes di pipi ujarnya dalam hati. Bukan karena disakiti orang lain atau pun dijahili, dia menangis karena mencoba tertawa. Wanda tertawa sekeras mungkin menertawakan apa yang ia temui, apa yang ia hadapi, tapi dia tidak mampu. Wanda menangis lalu tetawa kembali, menangis, tertawa hingga ia bosan. Wanda pun pergi meninggalkan jalan itu dengan senyum kecilnya yang sesekali ia berusaha menampakkan giginya sore itu.

     Malam telah tiba, bintang hilang ditelan oleh kegelapan malam yang ada hanya bulan yang berwarna merah. Wanda berhenti melangkahkan kakinya, dia melihat ke bulan seraya tersenyum, "temani aku" Wanda berbicara kepada bulan. Dia duduk melihat bulan merah itu dan bercerita tentang apa yang ia lakukan. Wanda terus bercerita dan tertawa layaknya bulan itu hanyalah temannya. Tawa yang murni keluar dari gadis kecil pembohong kesepian membuat merinding siapapun yang melihat.

     Hingga akhirnya bulan itu mulai menghilang dan dinginnya malam menusuk ke dalam tubuh gadis mungil ini. Wanda berhenti tersenyum, ia mulai mencari tasnya dan mengambil kokain dari dalam tas kecil itu. Dia menghirupnya hingga matahari menyapu bayangannya bersama ketakutan dan kegelisahan malam yang akan menghantui tidurmu.

Kamis, 12 September 2019

Manusia Akan Selalu Mendominasi Bumi

        Ada sebuah wacana tentang lindungi paru-paru dunia/alam dan mahluk hidup lain dari keegoisan manusia. Saya ingin tertawa mendengar ini. Apa yang akan kamu lakukan agar selamat alam ini, apabila kamu saja masih mengharapkan anak-cucu?.



     Semakin tuanya Bumi ini, semakin pula di dominasi oleh manusia. Kerakusan dan jumlahnya yang semakin tidak seimbang dengan mahluk Bumi lain. Mungkin saja dengan kondisi sekarang, maka butuh 900 tahun untuk membuat Bumi ini berisi manusia terbelakang dan metalik di seisi dunia. Pasalnya permintaan manusia yang semakin banyak mulai dari sandang,pangan,papan. Hewan dan Tumbuhan menjadi korban keserakahan manusia. Jadi, saya punya satu ide yaitu membuat Alam berkembang biak dengan cara mengembangkan mutan dan kawin silang manusia dengan tumbuhan atau hewan. Agar dunia ini tetap seimbang. Ya...mungkin akan terjadi perang antar mahluk hidup. Tapi itu yang kita inginkan kan? dimana hewan dan tumbuhan tetap ada, tetapi resikonya kita harus menjadi mayoritas di Bumi.

    Jadi saya rasa kepunahan kehidupan ini pasti ada, tetapi yang jadi poin utamanya adalah memperlambat arus ini. Agar kepunahan itu tidak terlalu cepat.

Kemajuan Yang Terlalu Cepat




    Banyak sekali perkembangan teknologi saat ini. Contoh kasus handphone di Indonesia yang semakin murah dan menjamurnya produsen HP Cina. Akibat perang dagang yang sangat sengit, membuat negeri Indonesia menjadi korban jajahan negara-negara maju.

     Hubungan perdagangan tidak sehat semakin kentara antara Cina dan Amerika. Cina mengusik pasar Amerika yang menjadi kiblat majunya dunia ini. Cina dengan sistem kemandirian dan keuletannya memasuki pasar Indonesia.

    HP seperti Realme,Oppo,Vivo dan sebagainya merusak harga pasar dengan menawarkan harga murah dengan spesifikasi tinggi. Membuat peminatnya semakin banyak di Indonesia. yang membuat produsen lokal semakin tenggelam di tengah usaha mendapatkan perizinan pemerintah. Ekspor yang berlebih membuat negeri ini menjadi negeri konsumen. Pemerintah yang sering menggemborkan 
"cintailah produk-produk Indonesia" nyatanya melakukan ekspansi ekspor sangat besar dan menyulitkan produsen lokal mengimporkan produknya.

  Entah kenapa sangat se-munafik itu. Rakyat yang memperjuangkan segala usahanya dibunuh secara perlahan dengan digantikannya mereka dengan produk luar negeri dan robot. 

   Saya sangat takut bila manusia menuju kepunahan sebelum kiamat tiba, Dimana kita menyudahi sebelum semua berakhir. Perang teknologi dan sistem IT menjadi alat untuk memperbudak negara-negara "berkembang". Bagaimana bila tidak ada perang dunia ke-4?. Suatu yang ditakutkan oleh Albert Einstein dan ilmuan zaman dulu tentang terlalu cepatnya manusia berkembang dengan keegoisan.

   Lalu apa yang akan kita lakukan dengan keadaan saat ini yang bisa membuat film Terminator menjadi kenyataan. Dimana robot menginvasi Bumi dan menghancurkan peradaban dunia? 

Rabu, 11 September 2019

resensi : Sang Alkemis

         Bercerita tentang seorang gembala anak seorang pastur yang memulai perjalanan mencari harta karun si gembala.

   Diawali dari mimpi si gembala yang mendapat mimpi bahwa dia akan mendapat hartanya bila pergi ke piramida Mesir. Awalnya si gembala tidak percaya tetapi akhirnya dia bertemu seorang kakek tua yang ternyata seorang raja. Kakek itu langsung mengetahui mimpi si gembala dan menceritakan cara-cara yang harus ditempuhnya. Dengan cara mengikuti tanda-tanda yang akan membantunya mendapat tujuan. Dan si kakek tua memberi 2 batu kepada si gembala sebagai fungsi bila si gembala kebingungan. Dan batu ini tidak boleh digunakan sering-sering.

    Akhirnya dengan yakin si gembala memulai perjalanannya melewati selat Giblartar. Lalu bertemu perampok. Dan akhirnya dia menyesal, sejauh ini dia pergi hanya untuk dirampok. Si gembala putus asa dan bertanya pada 2 batu itu. Apakah dia harus melanjutkan perjalanan? dan jawabannya "iya". Dan si gembala akhirnya melanjutkan perjalanan dan sampai di puncak bukit dimana dia menemukan sebuah tokoh antik. Berniat untuk istirahat sebentar di toko itu, namun akhirnya si gembala bekerja di tokoh antik iu selama 1 tahun. Yang awalnya tokoh itu sepi sekarang menjadi ramai karena ide-ide dari si gembala. Setelah 1 tahun menjadi kaya dan ingin kembali pulang, si gembala berpikir tentang cita-cita utamanya. Dia bertanya pada pemilik tokoh antik apakah si pemilik toko punya cita-cita dulu. Lalu si pemilik tokoh berkata " aku dulu ingin pergi haji, tapi aku memulai modalnya dulu dengan membuat toko ini. Dan akhirnya aku sadar tidak akan sampai ke tujuan itu. Karena aku terlalu sibuk di sini". Lalu karena si gembala tidak ingin si pemilik toko, akhirnya dia berangkat menuju mesir dengan karavan menuju mesir.

     Saat perjalanan dia bertemu orang Inggris yang terobsesi dengan alkemis. Orang Inggris ini hanya membaca buku setiap perjalanan dan si gembala hanya melihat tanda-tanda alam. Dan pada akhirnya mereka melakukakn pertukaran dan ternyata mereka tidak mampu menjalaninya. Setelah cukup jauh berjalan rombongan karavan ini sampai di sebuah Oasis. Tak lama si gembala menemukan orang yang dia anggap jodohnya si "Fatimah". Dengan tegasnya dia melamar Fatimah dan menceritakan tujuannya ke Oasis itu. Tetapi Fatimah berkata "Aku sudah menemukan hartaku yaitu kamu, dan kau harus menemukan hartamu. Lagipula aku wanita gurun". Dengan kesal dia kembali bingung dan bertemu seorang Alkemis yang dengan gagah membawa kuda mengarungi gurun Sahara. Si gembala mengajak orang Inggris untuk bertemu si Alkemis yang ia cari. Bukan ilmu yang didapat orang Inggris itu, tapi kekesalan karena dia hanya membaca buku tanpa mencoba. Dan akhirnya si orang Inggris memutuskan tinggal di Oasis dan memulai jalan Alkemisnya. Dan si Alkemis ini mengajak si gembala untuk melanjutkan perjalanan menuju harta karunnya. Dengan berat hati si gembala melanjutkan perjalanan meninggalkan Fatimah.

   2 orang ini menyebrangi gurun Sahara. melintasi rintangan hingga akhirnya mereka menemukan adanya perang antar suku. Karena 2 orang ini dirasa melanggar peraturan perang, akhirnya mereka diberhentikan oleh penjaga perang. Segala harta si gembala dirampas dan sang Alkemis berkata "Izinkan kami meyebrangi tempatmu, kalau tidak anak ini akan berubah menjadi topan merobohkan tenda-tenda kalian". Penjaga pun tertawa dan berkata "baiklah kuberi waktu 3 hari. Jika tidak, maka kalian akan dibunuh". Akhirnya 2 orang ini melanjutkan perjalanan dengan rasa ketakutan baru dibenak gembala "bagaimana cara diriku berubah menjadi topan?". Mereka lalu tetap melanjutkan perjalanan.

     Mereka sampai di perkemahan tentara. Dan inilah waktunya si gembala membuktikan dirinya. Awalnya si gembala bertanya pada pasir "bagaimana caraku menjadi topan?". lalu pasir menjawab "aku hanya akan membantumu sedikit, tanyakan pada angin". Hingga akhirnya angin mengatakan mintalah ke matahari, lalu lanjut ke langit, dan akhirnya tanpa disadari si gembala telah membuat badai topan yang mengerikan. Hingga akhirnya sang Alkemis menyuruh si gembala untuk berhenti dan mengatakan pada si gembala bahwa dia telah menemukan Jiwa Dunia. dan akhirnya dua orang ini mendapat izin untuk melintas dan pada akhirnya si Alkemis meninggalkan si gembala karena si Alkemis telah sampai di tujuannya.

    Dan si gembala akhirnya sampai di Piramida Mesir dan sangat bahagianya dia. Si gembala menggali tanah mencari harta karunnya. Hingga si gembala dihampiri oleh sebuah kelompok. Dan si gembala dipukuli hingga bababk belur oleh kelompok ini tadi. Si ketua kelompok berkata "Aku tahu apa yang kau cari disini adalah harta karun itu, aku tahu jalan ceritamu karena aku pernah melakukannya dan itu semua hanya sebatas mimpi saja". Hingga akhirnya si gembala ditinggal dengan penuh luka. Si gembala tertawa tentang apa yang telah dia jalani selama ini.

Senin, 09 September 2019

Para Priyayi

bercerita tentang desa wanagalih dengan keluarga petani yang nanti akan menjadi pkeluarga priyayi. berawal dari sudarsono anak pedagang tempe dan ayah yang dikenal penjahat. sudarsono sering ikut ibunya berjualan hingga akhirnya sudarsono dibesarkan oleh pelanggannya yaitu ndorl seten. sudarsono lalu menjadi anak manut yang disekolahkan menjadi priyayi kecil, memahami arti pemberontakan dan mempunyai 3 anak.
yang nantinya sudarsono berganti nama menjadi sastrodarsono. sastrodarsono selain mempunyai 3 anak juga mengasuh 4 orang anak sepupunya yang mempunyai karakter berbeda. anak-anaknya pun menjadi priyayi di masa kolonial,jepang,dan republik awal hingga mengalami masalah-masalah tentang hamio diluar nikah marie,pergaulan bebas hari, kematian anak pertama nugroho, beda keyakinan anak kedua sastridarsono. hingga akhirnya sastrodarsono dan istrinya meninggal dengan tenang. diakhir cerita penulis menegaskan apa arti priyayi?
apakah priyayi itu seorang bangsawan atau priyayi yang membangsawakan.

Rabu, 04 September 2019

Instrumental Mempengaruhi Mentalmu

          Di dunia ini ada 2 macam jenis musik, yaitu instrumental dan lirikal. 2 jenis ini bisa digabung dan boleh hanya 1 jenis saja. Dalam "Referensi mu" kali ini hanya akan membahas tentang musik instrumental saja.


                  Dalam sudut pandang saya, musik instrumental sangat bermakna bebas. Dikarenakan tidak ada keterikatannya dengan lirik apapun membuat saya bisa mengisi sendiri apa lirik yang ada di instrumental itu baik itu. Walau tempo dan  irama bisa menebak apakah musik instrumen itu membawakan makna sedih atau senang, tetapi keindahan dan perasaan anda saat itu yang menentukan apakah musik itu mengisi saat anda senang atau sedih. 

Dalam musik instrumental juga dapat membantumu lebih rileks dalam berimajinasi, bebas.
Dan anda bisa lebih leluasa mengekspresikan diri kepada khalayak luas.

        Adapun manusia yang tidak suka musik instrumen. Dengan beralasan tidak ada lirik, hanya musik terkesan tidak bisa dinyanyikan, tidak ada ekspresi. Justru dengan adanya musik instrumental membuat kamu lebih bebas mengekspresikan dirimu sendiri dan tidak lagi bersifat universal. Ketika menikmati musik instrumental kamu akan dapat mengerti siapa dirimu sendiri.

Musik instrumental akan terasa nyaman bila musik itu santai dan hanya berisikan alunan biola, gitar akustik, dan dentingan piano.

Terima kasih telah mengunjungi blog saya kali ini. Nantikan kembali pada blog-blog selanjutnya.

Senin, 02 September 2019

Bebaskan Rasa Sakitmu

            Siapa yang tidak kenal film series Tom and Jerry? mungkin dia adalah orang yang tidak akan membuka blog ini. Tahukah apakah scene yang ada di gambar? itu adalah scene Tom dan Jerry patah hati karena bukanlah yang menjadi pilihan kekasihnya. Sehingga karakter ini bosan hidup dan ingin mengakhiri hidupnya dengan menabrakkan diri dengan kereta api. 

Hal ini membuktikkan bahwa sebenarnya Tom and Jerry bukanlah sekedar animasi anak kecil, tapi juga sarat berbagai macam hal. Dan scene ini di larang tampil di Indonesia karena mengandung unsur bunuh diri. 

              Saya sangat senang ketika scene ini, karena dimana Tom yang selalu dijahili Jerry akhirnya mereka berdua dalam nasib yang sama. Suatu yang aneh bagi anak kecil melihat bagian ini tapi bahagia rasanya. Bagaimana rasanya bosan akan suatu yang sama berubah menjadi alur yang dalam. Realita akan kehidupan sangat keras penjelasaannya.

        Bagaimana seorang anak kecil suka adegan ini?. Tapi nyatanya adegan ini sangat berkesan dan membuat anda mengerti bahwa realita itu benar-benar ada. Tak perlu munafik akan hatimu. Suarakan kebebasan di wadahmu. Seperti para pembuat film ini menggambarkan apa yang ada di pikiran mereka bukan di kontrak mereka. Menyuarakan nada sumbang yang membawa penonton menuju "surga". Sesungguhnya hidup ini tidak monoton dan tubuhku bukan hanya ditonton. Gelorakan cinta dan rasa sakitmu sekali walaupun esok kau takkan melihat tangisannya lagi.

 "Aku akan tetap ada dan berlipat ganda"

Teropong si janin

         Saya (penulis) bergumam akan kalimat adik saya yang nyeleneh. Dia berkata "saya sebenarnya membawa teropong saat masih di kandungan dan teropong itu untuk melihat luar kandungan ini. Tapi teropong itu saya tinggalkan saat berada di dunia ini". Entah dasar apa dia berbicara begitu secara langsung pada saya. Kenapa kalimatnya sangat berisi bagi orang yang lebih tua.


  Dalam penjabaran saya. Teropong ini adalah cara pandang kita yang diberi Tuhan untuk menghadapi bagaimana dan siapa kamu di dunia ini. Juga sebagai jalan cerita kamu. Lantas bagaimana Tuhan memberi kita teropong ini?. bukankah itu adalah penggambaran kehidupan nanti. Apakah didapat karena seseungguhnya kamu adalah mahluk yang sudah diatur atau karena reinkarnasi? . Menurut saya sudut pandang teropong ini adalah gambaran dia akan menjadi apa, memori yang akan terkuak dengan sendirinya. Tapi bagaimana cara kita melihat masa depan sejelas itu sedangkan masa depan tidak ada yang tahu. Apakah pemikiran sebelum lahir ini adalah lambang bahwa sebelumnya kita pernah hidup dan membawa perbekalan sebelum menuju raga baru kita.

      Bahkan masa depan saja berawal dari teladan orang dulu. Imam mahdi bahkan digambarkan sebagai cahaya terakhir di muka bumi. Digambarkan membawa keberkahan dan mempunyai sifat dan wajah seperti nabi Muhammad. Apakah reinkarnasi benar-benar ada dan menjadi "Teropong" kita untuk menghadapi masalah baru bagi orang-orang baru?

Minggu, 01 September 2019

Kamu Bukanlah Nabi Diantara Kami

          akan saya tekankan, bahwasana di blog kali ini akan lebih menitikberatkan pada keegoisan dan cerita pendek. Jadi saya akan banyak menulis cerita kali ini
              Siapakah foto diatas?. Dia adalah Prabu Dasamuka/Rahwana raja Alengka. Apa penggambaran anda tentang tokoh Rahwana? jahat, licik. dan lain-lain. Bagi saya dia juga mempunyai sisi hero. Seorang raja yang bijaksana di Alengka, mempunyai Dasamuka/10 wajah yang berarti pengetahuannya membutuhkan 10 wajah, Seorang suami yang romantis, setia, dan lemah lembut.

          Saya cukup prihatin dengan orang yang memandang dari satu pandang saja. Orang itu sangat 
tidak peduli kebaikan seseorang yang jahat, malas untuk mencari tahu siapa Rahwana. Orang itu hanya memikirkan pola pikirnya sendiri yang sudah ia rasa adalah jalan kebajikan. Dia tidak mau tahu akan orang lain karena mungkin dalam otaknya sudah tertanam "Sejarah ditulis pemenang". Padahal dia adalah mungkin satu-satunya yang berada di jalan penindasan. Mengemukakan bahwa Rahwana adalah raksasa, raksasa adalah jahat. padahal dia hanyalah petani yang tidak tahu cara mendatangkan hujan. Menggunakan keterbatasannya untuk membuat sekat-sekat pembatas jarak. Ketika kita mau melangkah keluar dari keterbatasan, mengambil 2 sisi, mendapat pemahaman baru untuk menjelaskan bahwa jauh hari kita semua hanya domba tersesat sang penggembala. Salah satu cara seseorang tidak bertahan lama adalah dia egois akan dirinya. Dia tidak jujur kepada diri sendiri bahwa sebenarnya terlalu muda untuk duduk bersama sesepuh. Ketika ketidak sinkronan ini terlihat jelas. Maka para nabi ini akan merasa bahwa dia paling benar dan menutup telinga, mulut, dan mata saat kebakaran kota Roma.

Apa salahnya anda membaca blog saya. Disini saya tekankan unuk selalu berada di jalan tengah dengan menggandeng kedua sisi. Membawa ini semua dalam keseimbangan.

Terima kasih telah mampir. Mohon bantuan untuk share dan komentar. Terima kasih sampai berjumpa lagi.