Malas adalah salah satu sifat manusia yang selalu disalahkan. Padahal sifat ini memang harus ada dan tak pernah hilang, karena sifat ini diberikan oleh tuhan sebagai cara berpikir. Dengan menggunakan sifat malas ini di kehidupan sehari-hari, maka akan membuat resistensi dan kesadaran agar bisa mengatasinya.
Banyak tuntutan dari luar individu yang menyuruh agar tidak bermalas-malasan. Padahal, orang-orang yang bersifat eksternal ini juga pernah menggunakan kemalasannya. Sungguh tidak adil bila hanya dari pihak luar yang boleh menyatakan kemalasan seseorang. Seperti kesedihan dan kebahagiaan akan menikmati kemalasan dibungkam.
Memang kita adalah mahluk tuhan yang rata-rata mempunyai kemiripan masalah. Walaupun begitu, sebenarnya kita tidak boleh menggunakan prinsip itu. Karena perbedaan otu nyata, janganlah berpikir kita mempunyai kesamaan. Tidak setiap individu bisa 1 frekuensi dengan individu lain. bila kita masih ngeyel akan konsep "kita ini sama", maka kita tak akan bisa mengerti karakter orang lain dan karakter diri sendiri.
Apa gunanya ada kata "debat" dan "diskusi" apabila memang ada suatu pihak otoriter yang memaksa 1 frekuensi, tidak ada bedanya toh dengan konsep "komunis".
Konsep komunis adalah konsep yang menuntut persamaan. Padahal, konsep ini bisa dijalankan apabila ada seorang pemimpin yang menuntut hal tersebut dan pada ujungnya juga komunis ini juga mengusung sifat penindasan pada pihak yang direndahkan atau orang bawahan.
Ya memang inilah sifat manusia. Kemalasan benar-benar dimaklumi, tetapi orang akan dikatakan paling malas apabila dia berada di kasta terendah kehidupan. Apakah tuhan menciptakan mahluk yang 'menuhankan' diri sendiri?. Tanyakan pada penjual-penjual makanan di sekitar rumah mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar