Wanda, gadis kecil kesepian yang sekarang menangis di pinggir jalan . Padahal dia sudah berjanji tidak akan menangis lagi, namun kenapa masih menetes di pipi ujarnya dalam hati. Bukan karena disakiti orang lain atau pun dijahili, dia menangis karena mencoba tertawa. Wanda tertawa sekeras mungkin menertawakan apa yang ia temui, apa yang ia hadapi, tapi dia tidak mampu. Wanda menangis lalu tetawa kembali, menangis, tertawa hingga ia bosan. Wanda pun pergi meninggalkan jalan itu dengan senyum kecilnya yang sesekali ia berusaha menampakkan giginya sore itu.
Malam telah tiba, bintang hilang ditelan oleh kegelapan malam yang ada hanya bulan yang berwarna merah. Wanda berhenti melangkahkan kakinya, dia melihat ke bulan seraya tersenyum, "temani aku" Wanda berbicara kepada bulan. Dia duduk melihat bulan merah itu dan bercerita tentang apa yang ia lakukan. Wanda terus bercerita dan tertawa layaknya bulan itu hanyalah temannya. Tawa yang murni keluar dari gadis kecil pembohong kesepian membuat merinding siapapun yang melihat.
Hingga akhirnya bulan itu mulai menghilang dan dinginnya malam menusuk ke dalam tubuh gadis mungil ini. Wanda berhenti tersenyum, ia mulai mencari tasnya dan mengambil kokain dari dalam tas kecil itu. Dia menghirupnya hingga matahari menyapu bayangannya bersama ketakutan dan kegelisahan malam yang akan menghantui tidurmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar