Bercerita tentang seorang gembala anak seorang pastur yang memulai perjalanan mencari harta karun si gembala.
Diawali dari mimpi si gembala yang mendapat mimpi bahwa dia akan mendapat hartanya bila pergi ke piramida Mesir. Awalnya si gembala tidak percaya tetapi akhirnya dia bertemu seorang kakek tua yang ternyata seorang raja. Kakek itu langsung mengetahui mimpi si gembala dan menceritakan cara-cara yang harus ditempuhnya. Dengan cara mengikuti tanda-tanda yang akan membantunya mendapat tujuan. Dan si kakek tua memberi 2 batu kepada si gembala sebagai fungsi bila si gembala kebingungan. Dan batu ini tidak boleh digunakan sering-sering.
Akhirnya dengan yakin si gembala memulai perjalanannya melewati selat Giblartar. Lalu bertemu perampok. Dan akhirnya dia menyesal, sejauh ini dia pergi hanya untuk dirampok. Si gembala putus asa dan bertanya pada 2 batu itu. Apakah dia harus melanjutkan perjalanan? dan jawabannya "iya". Dan si gembala akhirnya melanjutkan perjalanan dan sampai di puncak bukit dimana dia menemukan sebuah tokoh antik. Berniat untuk istirahat sebentar di toko itu, namun akhirnya si gembala bekerja di tokoh antik iu selama 1 tahun. Yang awalnya tokoh itu sepi sekarang menjadi ramai karena ide-ide dari si gembala. Setelah 1 tahun menjadi kaya dan ingin kembali pulang, si gembala berpikir tentang cita-cita utamanya. Dia bertanya pada pemilik tokoh antik apakah si pemilik toko punya cita-cita dulu. Lalu si pemilik tokoh berkata " aku dulu ingin pergi haji, tapi aku memulai modalnya dulu dengan membuat toko ini. Dan akhirnya aku sadar tidak akan sampai ke tujuan itu. Karena aku terlalu sibuk di sini". Lalu karena si gembala tidak ingin si pemilik toko, akhirnya dia berangkat menuju mesir dengan karavan menuju mesir.
Saat perjalanan dia bertemu orang Inggris yang terobsesi dengan alkemis. Orang Inggris ini hanya membaca buku setiap perjalanan dan si gembala hanya melihat tanda-tanda alam. Dan pada akhirnya mereka melakukakn pertukaran dan ternyata mereka tidak mampu menjalaninya. Setelah cukup jauh berjalan rombongan karavan ini sampai di sebuah Oasis. Tak lama si gembala menemukan orang yang dia anggap jodohnya si "Fatimah". Dengan tegasnya dia melamar Fatimah dan menceritakan tujuannya ke Oasis itu. Tetapi Fatimah berkata "Aku sudah menemukan hartaku yaitu kamu, dan kau harus menemukan hartamu. Lagipula aku wanita gurun". Dengan kesal dia kembali bingung dan bertemu seorang Alkemis yang dengan gagah membawa kuda mengarungi gurun Sahara. Si gembala mengajak orang Inggris untuk bertemu si Alkemis yang ia cari. Bukan ilmu yang didapat orang Inggris itu, tapi kekesalan karena dia hanya membaca buku tanpa mencoba. Dan akhirnya si orang Inggris memutuskan tinggal di Oasis dan memulai jalan Alkemisnya. Dan si Alkemis ini mengajak si gembala untuk melanjutkan perjalanan menuju harta karunnya. Dengan berat hati si gembala melanjutkan perjalanan meninggalkan Fatimah.
2 orang ini menyebrangi gurun Sahara. melintasi rintangan hingga akhirnya mereka menemukan adanya perang antar suku. Karena 2 orang ini dirasa melanggar peraturan perang, akhirnya mereka diberhentikan oleh penjaga perang. Segala harta si gembala dirampas dan sang Alkemis berkata "Izinkan kami meyebrangi tempatmu, kalau tidak anak ini akan berubah menjadi topan merobohkan tenda-tenda kalian". Penjaga pun tertawa dan berkata "baiklah kuberi waktu 3 hari. Jika tidak, maka kalian akan dibunuh". Akhirnya 2 orang ini melanjutkan perjalanan dengan rasa ketakutan baru dibenak gembala "bagaimana cara diriku berubah menjadi topan?". Mereka lalu tetap melanjutkan perjalanan.
Mereka sampai di perkemahan tentara. Dan inilah waktunya si gembala membuktikan dirinya. Awalnya si gembala bertanya pada pasir "bagaimana caraku menjadi topan?". lalu pasir menjawab "aku hanya akan membantumu sedikit, tanyakan pada angin". Hingga akhirnya angin mengatakan mintalah ke matahari, lalu lanjut ke langit, dan akhirnya tanpa disadari si gembala telah membuat badai topan yang mengerikan. Hingga akhirnya sang Alkemis menyuruh si gembala untuk berhenti dan mengatakan pada si gembala bahwa dia telah menemukan Jiwa Dunia. dan akhirnya dua orang ini mendapat izin untuk melintas dan pada akhirnya si Alkemis meninggalkan si gembala karena si Alkemis telah sampai di tujuannya.
Dan si gembala akhirnya sampai di Piramida Mesir dan sangat bahagianya dia. Si gembala menggali tanah mencari harta karunnya. Hingga si gembala dihampiri oleh sebuah kelompok. Dan si gembala dipukuli hingga bababk belur oleh kelompok ini tadi. Si ketua kelompok berkata "Aku tahu apa yang kau cari disini adalah harta karun itu, aku tahu jalan ceritamu karena aku pernah melakukannya dan itu semua hanya sebatas mimpi saja". Hingga akhirnya si gembala ditinggal dengan penuh luka. Si gembala tertawa tentang apa yang telah dia jalani selama ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar