Tahukah anda, bahwa pada tahun 1984 silam
ada kasus kekerasan orang tua pada anak kandungnya sendiri. Kala itu pendidikan
benar-benar sangat keras. Hal inilah yang membuat mereka sekarang menjadi
generasi bagus dunia.
Akan
tetapi berbeda dengan kasus Arie Hanggara. Arie adalah seorang anak yang tidak
beruntung bisa meneruskan hidupnya. Dia meninggal dengan luka mental dan fisik.
"Trust in my self right to suicide...i cry when angel deserve to die"
sebuah penggalan lagu dari System Of Down - chop suey. Arie hanggara adalah
anak yang siap tersakiti dia siap mati karena kejujurannya. Dia bosan akan
prasangka buruk yang ditimpa padanya. Dia menangis disaat "malaikat"
tak kunjung bertemu dengannya. Arie hanggara terlahir dari keluarga yang miskin
dengan ayah yang malas bekerja sehingga sang ayah harus cerai dan menikah untuk
kedua kalinya. sebelum perceraian, Arie beserta saudara-saudaranya dititipkan
pada nenek mereka. Lalu sang ayah menikah kembali dengan perekonomian yang
lebih baik. Sehingga sang ayah mejemput kembali anak-anaknya.
Arie terkenal
sebagai anak yang aktif dan ceria di sekolah. Tetapi karena ekonomi keluarganya
yang sangat buruk, dikarenakan ayahnya malas bekerja. Akhirnya Arie memilih
untuk mencuri,berbohong,dan nakal. Tapi dia sangat jujur untuk mengakui bahwa
dia mencuri. Tapi hal ini tetap tidak ditolerir oleh sang ayah. Ayah nya
menghargai kejujuran anaknya dengan pukulan. Setiap kali bersikap nakal, Arie
akan mendapat kekerasan baik ayah atau ibu tirinya. Membuat Arie menjadi
pribadi yang semakin berani tapi dia tetap memegang teguh kejujuran. Hingga
suatu hari, Arie pernah disiram air dingin, dipukuli, kepalanya dihantam ke
tembok dalam satu hari sebelum dia akan meninggalkan hidupnya. Arie sudah
merasa bosan dengan hari harinya. Hingga akhirnya dia meninggal dunia saat dini
hari setelah kepalanya terbentur sesuatu karena melanggar perintah ayahnya yang
tidak memperbolehkan minum. Sang ayah panik melihat anaknya tergeletak tak
berdaya hingga akhirnya Arie dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal.
Dan kasus ini langsung menyebar dengan sangat cepat dan dibuatkan filmnya
berjudul "arie hanggara".
Anak belajar
melihat punggung orang tuanya, anak adalah cerminan dari orang tua. Ketika
orang tua berlaku buruk maka sang anak akan berlaku buruk. Menjadi pelajaran
penting bagi kita. Senakal apapun anak kita, kita tidak boleh mencontohkan hal
buruk kepadanya. Kasus mirip Arie hanggara mungkin masih terjadi sampai saat
ini. Tapi saya harap pembaca dapat mengerti arti "keharmonisan
keluarga".
Terima
kasih telah membaca catatan harian saya. Jangan lupa share dan Komentar agar
saya tetap berkarya memberikan informasi informatif kepada pembaca. Sampai
berjumpa kembali

Tidak ada komentar:
Posting Komentar