Senin, 02 September 2019

Teropong si janin

         Saya (penulis) bergumam akan kalimat adik saya yang nyeleneh. Dia berkata "saya sebenarnya membawa teropong saat masih di kandungan dan teropong itu untuk melihat luar kandungan ini. Tapi teropong itu saya tinggalkan saat berada di dunia ini". Entah dasar apa dia berbicara begitu secara langsung pada saya. Kenapa kalimatnya sangat berisi bagi orang yang lebih tua.


  Dalam penjabaran saya. Teropong ini adalah cara pandang kita yang diberi Tuhan untuk menghadapi bagaimana dan siapa kamu di dunia ini. Juga sebagai jalan cerita kamu. Lantas bagaimana Tuhan memberi kita teropong ini?. bukankah itu adalah penggambaran kehidupan nanti. Apakah didapat karena seseungguhnya kamu adalah mahluk yang sudah diatur atau karena reinkarnasi? . Menurut saya sudut pandang teropong ini adalah gambaran dia akan menjadi apa, memori yang akan terkuak dengan sendirinya. Tapi bagaimana cara kita melihat masa depan sejelas itu sedangkan masa depan tidak ada yang tahu. Apakah pemikiran sebelum lahir ini adalah lambang bahwa sebelumnya kita pernah hidup dan membawa perbekalan sebelum menuju raga baru kita.

      Bahkan masa depan saja berawal dari teladan orang dulu. Imam mahdi bahkan digambarkan sebagai cahaya terakhir di muka bumi. Digambarkan membawa keberkahan dan mempunyai sifat dan wajah seperti nabi Muhammad. Apakah reinkarnasi benar-benar ada dan menjadi "Teropong" kita untuk menghadapi masalah baru bagi orang-orang baru?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar