Rabu, 06 November 2019

Filosofi Dalam Cara Hidup Kumbang Tanduk atau Oryctes Rhinocerus




           Kumbang tanduk adalah jenis kumbang yang tersebar luas di Asia Tenggara dan termasuk kumbang terbesar di dunia.
               Secara morfologi tubuh kumbang terbagi menjadi tiga bagian yaitu kepala, dada dan perut. Kumbang tanduk berwarna cokelat gelap sampai hitam mengilap. Panjangnya 35-50 mm dan lebar 20-33 mm dengan satu tanduk yang menonjol pada bagian kepala. Pada bagian tengah atau dada kumbang terdapat enam kaki dan dua pasang sayap.
     Kumbang tanduk sangat menyukai tinggal di tempat sampah, daun-daun membusuk, dan tempat lain yang kurang sedap dipandang. Tetapi Kumbang Tanduk malah terlahir dengan cangkang keras dan menjadi mahluk hidup yang kuat.
              Keistimewaan kumbang ini karena mereka mempunyai mandibula (sepasang bagian mulut yang digunakan baik untuk menggigit atau memotong dan memegang makanan) yang kuat dan cocok untuk melubangi pohon. Biasanya ketika mereka menemukan kelapa yang sesuai, mereka akan mulai merusak tanaman tersebut. Kumbang tanduk merusak kelapa dengan cara menggali ke pusat pucuk tanaman (titik tumbuh) dengan kaki mereka (tarsi) yang memiliki barisan duri yang tajam.
               Sebagai informasi, kumbang merupakan serangga yang memiliki jumlah spesies yang paling banyak diantara serangga lainnya. Kumbang tanduk termasuk hama kelapa sawit oleh sebagian orang. Biasanya mereka menyerang tanaman kelapa sawit yang baru ditanam sampai tanaman remaja. Pada area replanting (peremajaan) kelapa sawit, serangan kumbang dapat mengakibatkan tertundanya masa berproduksi sampai satu tahun dan tanaman yang mati dapat mencapai lebih dari 25%.
            Kumbang tanduk terlahir sebagai mahluk kuat dimanapun dia berada. Menjadi penguasa jalan para serangga. Merusak dengan ganas ekosistem kehidupan. Hanya bergantung pada alam dan mengambil semuanya.

APA BEDANYA?
Semua pergi
Semua memilih sembunyi atau terbunuh di jalan
Hidup mudah dimanapun
Hidup susah hanya untuk mereka

Siapa peduli tentang kelapa sawit?
Aku hanya perlu makan
Siapa yang bilang “dia perusak”?
Sedangkan aku besar di tumpukkan sampah

Aku ambil apa yang disediakan tuhan
Dan itu cukup untuk membuat tetap bertahan
Peduli apa kamu tentang sifat ini
Sedangkan kita hanyalah mahluk yang sama



Tidak ada komentar:

Posting Komentar