Desiran malam yang mengganggu tidur bocah kecil bernama Wanda semakin keras. Wanda yang tak bisa tidur malam itum dia melihat ibunya bersimbah darah tersungkur di kasurnya. Berlahan Wanda berganti melihat sisi lain kamar itu. Ia melihat ayahnya menangis di sudut ruangan tanpa mengeluarkan suara. Sang ibu yang menyadari kehadiran Wanda, mulai menatap Wanda dan berkata "pergilah nak". Dengan degup jantung yang cepat membuat Wanda lekas berlari. Dia merasa bahwa semua ini hanya mimpi. Berulang kali dia menjatuhkan dirinya ke tanah berharap sakitnya adalah mimpi. Hingga akhirnya dia jatuh dan melihat ke atas, bulan merah besar muncul dihadapannya. "Apa yang kau lihat? tidakkah kau tahu aku sedang sedih" jerit Wanda kepada bulan sambil mengeluarkan air matanya. Wanda bangkit dan mulai berlari tak menentu arah menuju kesuraman berikutnya.
Sabtu, 28 September 2019
Egoisme Terbakar Dalam Jiwa (01)
Bukan Pasar Malam
Bagaimana ketika anda adalah seorang perantauan yang mengalami masalah dalam pekerjaan dan lika liku kehidupan, dilanjut dengan doa seorang ayah yang berdarah-darah di desa? mengharapkan suatu kedamaian dan menjadikan seorang anak kembali mengenal masa lalu yang sedihnya
mari baca bukan pasar malam karya Pramodya Ananta Noer yang akan menyulapmu menuju tahun 60-an bersama kisah biasa seorang manusia yang membuat hati mu lebih manusia.
Minggu, 22 September 2019
Egosime Terbakar Melauti Jiwa (baca jam 02:12 pagi)
Malam telah tiba, bintang hilang ditelan oleh kegelapan malam yang ada hanya bulan yang berwarna merah. Wanda berhenti melangkahkan kakinya, dia melihat ke bulan seraya tersenyum, "temani aku" Wanda berbicara kepada bulan. Dia duduk melihat bulan merah itu dan bercerita tentang apa yang ia lakukan. Wanda terus bercerita dan tertawa layaknya bulan itu hanyalah temannya. Tawa yang murni keluar dari gadis kecil pembohong kesepian membuat merinding siapapun yang melihat.
Hingga akhirnya bulan itu mulai menghilang dan dinginnya malam menusuk ke dalam tubuh gadis mungil ini. Wanda berhenti tersenyum, ia mulai mencari tasnya dan mengambil kokain dari dalam tas kecil itu. Dia menghirupnya hingga matahari menyapu bayangannya bersama ketakutan dan kegelisahan malam yang akan menghantui tidurmu.
Kamis, 12 September 2019
Manusia Akan Selalu Mendominasi Bumi
Semakin tuanya Bumi ini, semakin pula di dominasi oleh manusia. Kerakusan dan jumlahnya yang semakin tidak seimbang dengan mahluk Bumi lain. Mungkin saja dengan kondisi sekarang, maka butuh 900 tahun untuk membuat Bumi ini berisi manusia terbelakang dan metalik di seisi dunia. Pasalnya permintaan manusia yang semakin banyak mulai dari sandang,pangan,papan. Hewan dan Tumbuhan menjadi korban keserakahan manusia. Jadi, saya punya satu ide yaitu membuat Alam berkembang biak dengan cara mengembangkan mutan dan kawin silang manusia dengan tumbuhan atau hewan. Agar dunia ini tetap seimbang. Ya...mungkin akan terjadi perang antar mahluk hidup. Tapi itu yang kita inginkan kan? dimana hewan dan tumbuhan tetap ada, tetapi resikonya kita harus menjadi mayoritas di Bumi.
Jadi saya rasa kepunahan kehidupan ini pasti ada, tetapi yang jadi poin utamanya adalah memperlambat arus ini. Agar kepunahan itu tidak terlalu cepat.
Kemajuan Yang Terlalu Cepat
Banyak sekali perkembangan teknologi saat ini. Contoh kasus handphone di Indonesia yang semakin murah dan menjamurnya produsen HP Cina. Akibat perang dagang yang sangat sengit, membuat negeri Indonesia menjadi korban jajahan negara-negara maju.
Hubungan perdagangan tidak sehat semakin kentara antara Cina dan Amerika. Cina mengusik pasar Amerika yang menjadi kiblat majunya dunia ini. Cina dengan sistem kemandirian dan keuletannya memasuki pasar Indonesia.
HP seperti Realme,Oppo,Vivo dan sebagainya merusak harga pasar dengan menawarkan harga murah dengan spesifikasi tinggi. Membuat peminatnya semakin banyak di Indonesia. yang membuat produsen lokal semakin tenggelam di tengah usaha mendapatkan perizinan pemerintah. Ekspor yang berlebih membuat negeri ini menjadi negeri konsumen. Pemerintah yang sering menggemborkan
"cintailah produk-produk Indonesia" nyatanya melakukan ekspansi ekspor sangat besar dan menyulitkan produsen lokal mengimporkan produknya.
Entah kenapa sangat se-munafik itu. Rakyat yang memperjuangkan segala usahanya dibunuh secara perlahan dengan digantikannya mereka dengan produk luar negeri dan robot.
Saya sangat takut bila manusia menuju kepunahan sebelum kiamat tiba, Dimana kita menyudahi sebelum semua berakhir. Perang teknologi dan sistem IT menjadi alat untuk memperbudak negara-negara "berkembang". Bagaimana bila tidak ada perang dunia ke-4?. Suatu yang ditakutkan oleh Albert Einstein dan ilmuan zaman dulu tentang terlalu cepatnya manusia berkembang dengan keegoisan.
Lalu apa yang akan kita lakukan dengan keadaan saat ini yang bisa membuat film Terminator menjadi kenyataan. Dimana robot menginvasi Bumi dan menghancurkan peradaban dunia?
Rabu, 11 September 2019
resensi : Sang Alkemis
Diawali dari mimpi si gembala yang mendapat mimpi bahwa dia akan mendapat hartanya bila pergi ke piramida Mesir. Awalnya si gembala tidak percaya tetapi akhirnya dia bertemu seorang kakek tua yang ternyata seorang raja. Kakek itu langsung mengetahui mimpi si gembala dan menceritakan cara-cara yang harus ditempuhnya. Dengan cara mengikuti tanda-tanda yang akan membantunya mendapat tujuan. Dan si kakek tua memberi 2 batu kepada si gembala sebagai fungsi bila si gembala kebingungan. Dan batu ini tidak boleh digunakan sering-sering.
Akhirnya dengan yakin si gembala memulai perjalanannya melewati selat Giblartar. Lalu bertemu perampok. Dan akhirnya dia menyesal, sejauh ini dia pergi hanya untuk dirampok. Si gembala putus asa dan bertanya pada 2 batu itu. Apakah dia harus melanjutkan perjalanan? dan jawabannya "iya". Dan si gembala akhirnya melanjutkan perjalanan dan sampai di puncak bukit dimana dia menemukan sebuah tokoh antik. Berniat untuk istirahat sebentar di toko itu, namun akhirnya si gembala bekerja di tokoh antik iu selama 1 tahun. Yang awalnya tokoh itu sepi sekarang menjadi ramai karena ide-ide dari si gembala. Setelah 1 tahun menjadi kaya dan ingin kembali pulang, si gembala berpikir tentang cita-cita utamanya. Dia bertanya pada pemilik tokoh antik apakah si pemilik toko punya cita-cita dulu. Lalu si pemilik tokoh berkata " aku dulu ingin pergi haji, tapi aku memulai modalnya dulu dengan membuat toko ini. Dan akhirnya aku sadar tidak akan sampai ke tujuan itu. Karena aku terlalu sibuk di sini". Lalu karena si gembala tidak ingin si pemilik toko, akhirnya dia berangkat menuju mesir dengan karavan menuju mesir.
Saat perjalanan dia bertemu orang Inggris yang terobsesi dengan alkemis. Orang Inggris ini hanya membaca buku setiap perjalanan dan si gembala hanya melihat tanda-tanda alam. Dan pada akhirnya mereka melakukakn pertukaran dan ternyata mereka tidak mampu menjalaninya. Setelah cukup jauh berjalan rombongan karavan ini sampai di sebuah Oasis. Tak lama si gembala menemukan orang yang dia anggap jodohnya si "Fatimah". Dengan tegasnya dia melamar Fatimah dan menceritakan tujuannya ke Oasis itu. Tetapi Fatimah berkata "Aku sudah menemukan hartaku yaitu kamu, dan kau harus menemukan hartamu. Lagipula aku wanita gurun". Dengan kesal dia kembali bingung dan bertemu seorang Alkemis yang dengan gagah membawa kuda mengarungi gurun Sahara. Si gembala mengajak orang Inggris untuk bertemu si Alkemis yang ia cari. Bukan ilmu yang didapat orang Inggris itu, tapi kekesalan karena dia hanya membaca buku tanpa mencoba. Dan akhirnya si orang Inggris memutuskan tinggal di Oasis dan memulai jalan Alkemisnya. Dan si Alkemis ini mengajak si gembala untuk melanjutkan perjalanan menuju harta karunnya. Dengan berat hati si gembala melanjutkan perjalanan meninggalkan Fatimah.
2 orang ini menyebrangi gurun Sahara. melintasi rintangan hingga akhirnya mereka menemukan adanya perang antar suku. Karena 2 orang ini dirasa melanggar peraturan perang, akhirnya mereka diberhentikan oleh penjaga perang. Segala harta si gembala dirampas dan sang Alkemis berkata "Izinkan kami meyebrangi tempatmu, kalau tidak anak ini akan berubah menjadi topan merobohkan tenda-tenda kalian". Penjaga pun tertawa dan berkata "baiklah kuberi waktu 3 hari. Jika tidak, maka kalian akan dibunuh". Akhirnya 2 orang ini melanjutkan perjalanan dengan rasa ketakutan baru dibenak gembala "bagaimana cara diriku berubah menjadi topan?". Mereka lalu tetap melanjutkan perjalanan.
Mereka sampai di perkemahan tentara. Dan inilah waktunya si gembala membuktikan dirinya. Awalnya si gembala bertanya pada pasir "bagaimana caraku menjadi topan?". lalu pasir menjawab "aku hanya akan membantumu sedikit, tanyakan pada angin". Hingga akhirnya angin mengatakan mintalah ke matahari, lalu lanjut ke langit, dan akhirnya tanpa disadari si gembala telah membuat badai topan yang mengerikan. Hingga akhirnya sang Alkemis menyuruh si gembala untuk berhenti dan mengatakan pada si gembala bahwa dia telah menemukan Jiwa Dunia. dan akhirnya dua orang ini mendapat izin untuk melintas dan pada akhirnya si Alkemis meninggalkan si gembala karena si Alkemis telah sampai di tujuannya.
Dan si gembala akhirnya sampai di Piramida Mesir dan sangat bahagianya dia. Si gembala menggali tanah mencari harta karunnya. Hingga si gembala dihampiri oleh sebuah kelompok. Dan si gembala dipukuli hingga bababk belur oleh kelompok ini tadi. Si ketua kelompok berkata "Aku tahu apa yang kau cari disini adalah harta karun itu, aku tahu jalan ceritamu karena aku pernah melakukannya dan itu semua hanya sebatas mimpi saja". Hingga akhirnya si gembala ditinggal dengan penuh luka. Si gembala tertawa tentang apa yang telah dia jalani selama ini.
Senin, 09 September 2019
Para Priyayi
bercerita tentang desa wanagalih dengan keluarga petani yang nanti akan menjadi pkeluarga priyayi. berawal dari sudarsono anak pedagang tempe dan ayah yang dikenal penjahat. sudarsono sering ikut ibunya berjualan hingga akhirnya sudarsono dibesarkan oleh pelanggannya yaitu ndorl seten. sudarsono lalu menjadi anak manut yang disekolahkan menjadi priyayi kecil, memahami arti pemberontakan dan mempunyai 3 anak.
yang nantinya sudarsono berganti nama menjadi sastrodarsono. sastrodarsono selain mempunyai 3 anak juga mengasuh 4 orang anak sepupunya yang mempunyai karakter berbeda. anak-anaknya pun menjadi priyayi di masa kolonial,jepang,dan republik awal hingga mengalami masalah-masalah tentang hamio diluar nikah marie,pergaulan bebas hari, kematian anak pertama nugroho, beda keyakinan anak kedua sastridarsono. hingga akhirnya sastrodarsono dan istrinya meninggal dengan tenang. diakhir cerita penulis menegaskan apa arti priyayi?
apakah priyayi itu seorang bangsawan atau priyayi yang membangsawakan.

