Adakah yang tahu tentang hiburan keliling 'kemidi bedes' atau atraksi monyet.Entah kenapa di daerah saya menyebutnya seperti itu. 'Kemidi bedes' adalah bentuk hiburan yang berisi atraksi hewan monyet melakukan hal-hal lucu dan di pawangi juga ditabuh musik oleh manusia.
Hiburan ini saya temui lagi pada hari ke-365 di tahun 2019. Terdiri dari 3 personil, penabuh, pawang monyet, dan si monyet sendiri. Alangkah kagetnya saya ketika melihat ada beberapa atraksi baru yang dilakukan si monyet. Waktu itu si pawang juga tak kenal hujan, hingga menorobos derasnya air hujan.
Sungguh terhibur kala itu saya melihat atraksinya, tetapi juga sangat miris dengan nasib mereka. Demi sesuap nasi saja harus siap bermandi hujan, dan si monyet harus menerima siksaan agar bisa menguasai teknik barunya.
Atraksi 'kemidi bedes' ini menyimpan luka yang mendalam bagi si monyet, dia harus menerima siksaan setiap harinya sebelum menuju waktu atraksi. Beragam pemerkosaan dan perebutan Hak Asasi Hewan (HAH) dilakukan, dan si monyet tidak sendirian dalam waktu penyiksaannya. Beberapa monyet lain juga ikut disiksa, dan ada yang harus meregang nyawa karena hak sebagai monyetnya direnggut.
Mulai dari merantai monyet untuk dijemur di terik matahari, pembatasan makan si monyet, pelatihan kebiasaan yang diluar aktivitas 'permonyetan'. Tapi, bila si monyet berhasil melewati rintangan itu maka si monyet dapat makan dan hidup lebih bebas, karena dia akan mendapat jatah makan dan tidur yang cukup.
Saya mencoba bertanya pada si pawang dan si penabuh. Mereka melakukan pekerjaan ini ketika mereka sedang libur dari kerja di pabriknya. Mereka berasumsi mendapat laba tiga ratus ribu rupiah perharinya. uang ini dibagi 1/3 untuk setiap personil. Dan si pawang menambahkan masih banyak kerja sampingan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Si pawang mendapatkan monyet-monyet Romusha ini dari pasar hewan yang menjual 1 ekor monyetnya lima puluh ribu rupiah, dan dia berujar memberi makan per monyet yang belum lulus, 1 pisang per hari. "kalau yang sudah bisa atraksi, 2 buah pisang sama sisa makanan kami" tambah si pawang.
Begitu susahnya mencari uang, sehingga mengandalkan energi monyet yang kecil. Memang bukanlah kesalahan para personil 'kemidi bedes', tetapi ini adalah bentuk koneksi antar mahluk tuhan untuk saling membantu perekonomian masing-masing.