Rabu, 28 Agustus 2019

Lil Peep dan Indonesia





     Catatan harian saya kali ini adalah mendalami siapa itu Gustav Ahr/ Lil Peep. Dia adalah Emo Singer berkebangsaan Amerika. Dilahirkan pada 1 November 1996 Dan meninggal pada 15 November 2017 karena overdosis obat Xanax. Mengingat dia adalah seorang Emo, maka kematiannya sudah biasa dikalangan Emo lainnya.

      Saya (Penulis) sangat kagum pada karyanya. Dimana dalam mengaransemen instrumental dan pembawaan vokal yang syahdu adalah keahlian Lil Peep. Genre Emo Bending yang kental dengan perasaan individunya mewakili perasaan saya sebagai remaja akhir. Kesedihan, alkohol, narkoba, harta, cinta, dan bunuh diri menjadi poin penting setiap lagu-lagu Lil Peep. Misal dalam lagu "The Brightside". Di lagu itu menceritakan pemuda yang akan "terbang" menuju cahaya terang meninggalkan cerita dengan bangga. Di Indonesia lagu semacam ini sudah dilarang, dikarenakan konteks bunuh diri. Padahal seharusnya kita dijamin dalam kebebasan berpendapat. Lagu/Karya yang berisi tindakan pornografi, kekerasan, bunuh diri, tidak mendidik, dan perilaku menyimpang dilarang keras dalam peredaran dan pembuatannya di Indonesia. Dikarenakan rakyat Indonesia sendiri yang belum bisa mengontrol diri sendiri dan menangkap makna positif. Rakyat cenderung hanya menyalahkan tanpa berpikir terbuka. Saya sangat kecewa akan hal ini. Padahal dulu orang jawa selalu "nembang" dalam kondisi apapun, menceritakan apapun.

      Sebagai Mahasiswa, saya ingin rakyat dapat memahami dan selalu berpikir positif terhadap hal apapun, dan membaca dua sisi suatu objek. Agar kita tidak kalah dengan negara maju diluar sana yang selalu berkarya.

        Kembali kepada Lil Peep. lagu-lagunya sempat membuat saya ingin bunuh diri juga. Tapi saya berpikir kembali, saya belum mendapat sisi positif dari lagu tersebut. 21 tahun terlalu singkat bagi saya. Tapi dengan keadaan seperti ini, membuat dia menjadi legenda dan akan selalu dikenang secara positif.

    Dan juga, apabila ada diantara para pembaca yang tahu saya. Inilah alasan saya memanjangkan rambut sepertinya. Sebagai jasa dia sudah membantu saya bangun dari keterpurukan.

     Terima kasih pada para penikmat "Olasan97". Jangan lupa untuk saling berbagi cerita di platform blogger ini. Karena kita adalah keluarga yang harus saling mengerti. Sampai jumpa di tulisan berikutnya.

1 komentar: