Pelabuhan Kamal-Perak adalah jalur alternatif selain jembatan Suramadu untuk ke Surabaya begitupun ke Madura.
Jalur pelabuhan ini dulu sangat diminati sebelum dibangunnya Suramadu. Kini Pelabuhan Kamal-Perak sedang sekarat. Semakin lama semakin merugi. Padahal tiket kapal sudah semakin murah, Jam arus kapal hanya 15 jam. Tapi hal ini membuat tempat ini semakin bangkrut dan merugi. Kapal-kapalnya semakin sedikit dan Peminatnya pun juga ikut sedikit.
alasan adanya kemudahan akses dan tidak perlu menunggu keberangkatan kapal menjadi poin penting masyarakat memilih jembatan Suramadu. Tapi, pelabuhan penghubung Surabaya-Madura ini tidak di benci. Peraturan jembatan Suramadu yang belum benar-benar jelas menjadi faktor masih berfungsinya pelabuhan Kamal-Perak.
Tidak bolehnya masuk Tossa,Tidak adanya transportasi umum untuk menyebrangi Suramadu, Tidak bolehnya Orang jalan kaki lewat Suramadu. Secara tidak langsung ini sama saja menyiksa "wong cilik". Hanya orang yang mempunyai kendaraan pribadi yang boleh melewati Suramadu. Untuk apa 10 tahun beroperasi apabila tidak mensejahterakan semua kalangan?.
alasan kedua masyarakat memilih menggunakan kapal adalah dikarenakan pulau Madura yang masih tidak ramah dengan pendatang. Jalur Madura dari Suramadu sering terjadi pembegalan. Faktor ekonomi dan pendidikan lagi-lagi mempengaruhi hal ini. Padahal pulau ini sangat dekat dengan kota Surabaya, tetapi justru kesenjangan nya sangat jauh. Masyarakat Madura lebih memilih merantau agar sukses daripada harus memajukan ekonomi pulaunya sendiri. Sangat disesali, karena inilah sifat buruknya orang indonesia. Pemerintah penipu dan Rakyat yang malas adalah ciri khas Indonesia. Rubah opiniku menjadi karya kerja kerasmu.
Terima kasih telah mengunjungi web blogspot saya. Jangan lupa "share" dan komentar. Sampai jumpa di tulisan berikutnya.
oj